Minggu, 11 Mei 2014

laporan ichtyologi pengumpulan ikan

 I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok  paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak, jukut.
Ikan sebagai hewan air memiliki beberapa mekanisme fisiologis yang tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ – organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Misalnya, sebagai hewan yang hidup di air, baik itu di perairan tawar maupun arah arus, karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal sebagai linea lateral. Contoh lain, perbedaan konsentrasi ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan konsentrasi cairan tubuh memaksa ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan  konsentrasi cairan tubuhnya akibat difusi dan osmose. Bila hal itu tidak dilakukan maka ikan laut dapat menjadi ikan kering yang asin, sedangkan ikan  air tawar dapat mengalami kematian akibat kelebihan air.
Dengan beraneka ragamnya spesies ikan yang hidup di bumi, maka sangatlah perlu sekali pekerjaan koleksi ikan dalam pengumpulan ikan, penyimpanan dalam media pengawet, identifikasi, pencatatan informasi dan pemberian label.
Koleksi ikan didefinisikan sebagai kumpulan ikan yang diperlukan sebagi contoh/sampel/spesimen untuk keperluan studi, identifikasi, dan pemajangan (tontonan). Pengumpulan contoh atau spesimen meliputi :
-    Pengumpulan ikan yang ada disekitar
-    Penjelajahan atau eksplorasi
-    Ekspedisi atau eksplorasi ke tempat khusus yang jauh
              Pengumpulan ikan biasanya diperlukan dalam berbagai maksud, misalnya :
·   Pengumpulan contoh dalam rangka suatu penelitian.
·   Pengumpulan contoh untuk dijadikan referensi.
·   Pengumpulan contoh untuk komunikasi antar para ahli atau antar lembaga.
Pengumpulan tersebut tidaklah mudah. Pengumpulan ikan semuanya menggunakan alat dan cara penangkapan khusus. Targetnya adalah terkumpulnya berbagai jenis ikan dalam jumlah banyak sehingga dapat mewaliki keanekaragaman ikan pada lingkungan atau lokasi bersangkutan.
Tujuan dari pengumpulan ikan ini adalah untuk memberikan pengalaman praktis mengenai pekerjaan koleksi ikan, khususnya untuk ikan-ikan yang terdapat di lingkungan kampus yang kemungkinan terbanyak merupakan jenis-jenis ikan air tawar.
Koleksi ikan yang dilakukan perlu dilengkapi dengan keterangan sahingga berguna untuk masa yang akan datang, baik bagi kolektornya maupun untuk orang lain. Keterangan tersebut meliputi hal-hal yang berhubungan dengan koleksi berangkutan. Dalam hal ini ada dua macam keterangan; yang pertama keterangan singkat yang dilekatkan pada tubuh ikan yang bersangkutan; kedua keterangan yang lebih luas yang ditempelkan pada buku catatan khusus.
Pelabelan adalah salah satu kegiatan dalam koleksi ikan yang wajib dilakukan dengan maksud mempermudah pengidentifikasian koleksi ikan. Selain itu pelebelan dapat membantu sebagai referensi jenis bagi kolektornya maupun bagi orang lain.
Dalam pelabelan pekerjaan yang harus dilakukan meliputi :
1.            Setiap contoh yang dikumpulkan harus segera diberi label atau etiket, sehingga menjadi keterangan yang berguna bagi pemilik koleksi maupun orang lain dalam jangka panjang.
2.            Label ditulis di atas kertas dan tinta (pensil) tahan air, misalnya kertas kalker.
3.            Pembaharuan label dapat dilakukan, namun bila isinya ada perbedaan, etiket lama jangan dimusnahkan.
4.            Etiket atau label tersebut berisi tentang keterangan tempat, waktu (tanggal), dan nama pengumpul. Keterangan lain yang juga penting adalah kelamin, berat dan warna spesimen.
              Disamping label yang langsung diletakkan pada spesimen atau contoh tubuh ikan, sebaiknya catatan khusus mengenai spesimen  tersebut yang di tempatkan secara terpisah namun dalam ruang yang sama atau yang berdekatan dan isinya sebagian  besar adalah catatan data yang sangat penting.
              Pelabelan yang keliru dapat menghambat pemasaran, mengurangi keefektipan dan manajemen keamanan pangan. Pelabelan tidak hanya sekedar nama yang benar dari spesies ikan yang bersangkutan tetapi bahkan semakin dituntut untuk berisi imformasi lainnya.
Koleksi ikan yang dilakukan perlu dilengkapi dengan keterangan sehingga dapat dipergunakan untuk masa yang akan datang, baik bagi kolektornya maupun untuk orang lain. Keterangan tersebut meliputi hal-hal yang berkaitan dengan koleksi bersangkutan. Dalam hal ini ada dua macam keterangan; pertama, keterangan singkat yang dilekatkan pada tubuh ikan bersangkutan; kedua keterangan yang lebih luas yang ditempelkan pada wadah koleksi dan keterangan yang ditempatkan pada buku catatan khusus.
Berdasarkan tujuan atau sifat dari koleksi, maka koleksi ikan dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
1.  Koleksi umum, yaitu koleksi yang akan ditujukan kepada pemeran umum.
2. Koleksi pendidikan, yaitu koleksi yang dimiliki oleh perguruan tinggi yang    dipergunakan dalam memberikan pengajaran kepada mahasiswa.
3. Koleksi identifikasi, yaitu koleksi yang dipergunakan dalam usaha identifikasi taksonomi.
4. Koleksi survey, yaitu koleksi yang diperoleh dalam survey yang dilakukan di daerah geografis tertentu.
5. Koleksi himpunan penelitian sejagat, yaitu koleksi yag ditujukan kepada akumulasi dari spesimen-spesimen yang dikumpulkan dalam penelitian.
6.  Koleksi spesimen-type, koleksi ini terdiri dari spesimen yang dipergunakan sebagai dasar pemberian nama kepada spesiesnya.
              Tiap spesies ikan memiliki ukuran mutlak yang berbeda-beda. Perbedaan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
1. Jenis makanan yang dimakan,                                        
2. Umur
3. Jenis kelamin, dan
4. Lingkungan dimana ikan itu tinggal.
Para ahli  taksonomi   menyadari  bahwa  dalam  melakukan  pekerjaannya memerlukan banyak contoh, tetapi sering kali mereka terbentur dengan kurangnya material. Oleh karena itu, banyaknya material (contoh ikan) yang ada di museum akan sangat membantu keberhasilan pekerjaan ini.

B.       Tujuan Praktikum
              Adapun tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memberikan pengalaman praktis mengenai pekerjaan koleksi ikan, khususnya untuk ikan-ikan yang terdapat disekitar kampus.
2.      Untuk memberikan pengalaman praktis mengenai pekerjaan pemberian label pada koleksi ikan yang berisi mengenai keterangan dari ikan-ikan yang dikoleksi.



 

II. TINJAUAN PUSTAKA

Penerepan ikhtiologi sering dihubungkan dengan biologi kelautan, limnologi, dan oseanografi. Air adalah suatu zat pelarut yang bersifat yang sangat berdaya guna,yang mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah besar dari pada zat cair lainnya.Sifat-sifat ini dapat dilihat dari banyak unsur-unsur pokok yang terdapat dalam air laut (Anonim, 2003).
Tentang apa yang dimaksud dengan ikan para ichtyologi telah banyak mendefinisikannya.  Secara umum bahwa yang dimaksud dengan ikan adalah binatang vertebrata yang berdarah dingin, hidup dalam lingkungan air, menggerakkan dan keseimbangan badan terutama menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang (Anonim, 2003).
Ikan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai binatang vertebrata yang berdarah dingin yang hidup dalam lingkungan air. Adapun pergerakan dan keseimbangan badannya menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang. Bentuk ikan akan beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Dengan kata lain, habitat atau tempat hidup ikan akan berpengaruh terhadap bentuk tubuh dan fungsi alat tubuh. Sedangkan cara bergerak maupun tingkah lakunya akan berbeda dari satu habitat ke habitat lainnya. Ikan akan tnenyesuaikan diri dengan faktor fisika, kimia, dan biologinya dari habitat itu sendiri (Saanin, 1968).
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak, jukut (Anonim, 2008).
Ikan sebagai hewan air memiliki beberapa mekanisme fisiologis yang tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ – organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Misalnya, sebagai hewan yang hidup di air, baik itu di perairan tawar maupun arah arus, karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal sebagai linea lateral. Contoh lain, perbedaan konsentrasi ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan konsentrasi cairan tubuh memaksa ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan  konsentrasi cairan tubuhnya akibat difusi dan osmose. Bila hal itu tidak dilakukan maka ikan laut dapat menjadi ikan kering yang asin, sedangkan ikan  air tawar dapat mengalami kematian akibat kelebihan air (Anonim, 2004).      
Ikan air tawar banyak memiliki spesies atau jenis. Pada awalnya ikan banyak hidup dan tersebar diberbagai perairan tawar, misalnya di sungai-sungai, di rawa-rawa atau di danau-dana. Karena Perkembangan peradapan manusia yang membuahkan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ikan-ikan yang tadinya hidup di perairan bebas banyak ditetaskan di kolam budidaya (Anonim, 2009).
              Pekerjaan koleksi ikan sering digunakan dalam berbagai maksud, misalnya pengumpulan contoh dalam rangka suatu penelitian, pengumpulan contoh untuk dijadikan referensi, atau pengumpulan contoh untuk komunikasi antar para ahli atau lembaga. Secara umum, koleksi ikan ini meliputi pengumpulan berbagai jenis ikan, penyimpanan dalam media pengawet, identifikasi dan pencatatan informasi yang berhubungan dengan koleksi, serta pemberian label (Hisbi, 2011).
              Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi dengan keterangan-keterangan sehingga berguna untuk masa yang akan datang, baik bagi kolektornya maupun untuk orang lain. Keterangan tersebut meliputi hal-hal yang berhubungan dengan koleksi bersangkutan. Dalam hal ini ada 2 keterangan, yaitu :
1.    Keterangan singkat yang dilekatkan pada tubuh ikan.
2.    Keterangan yang lebih luas yang ditempelkan pada wadah koleksi dan keterangan yang ditempatkan pada buku catatan khusus (Hisbi, 2011).
              Ikan Bawal (bahasa Inggris: Silver Pomfret) sering kali menjadi pilihan utama sebagai hidangan istimewa di meja pengantin atau meja utama. Ikan Bawal terbahagi kepada dua jenis yaitu bawal putih dan hitam. Ikan bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam (Anonim,2010).
              Ikan bawal laut bukan merupakan ikan yang asing, terutama bagi masyarakat yang tinggal didaerah pantai maupun mereka yang menyukai masakan sea food. Ikan bawal ini mempunyai daging yang rasanya enak dan kandungan gizinya  tergolong tinggi. Tak heran bila ikan bawal sangat digemari masyarakat. Namun, karena harganya cukup mahal, tidak semua lapisan mampu masyarakat membelinya (Usni, 2006).
              Meskipun kedudukan ikan bawal belum bisa sejajar dengan ikan-ikan konsumsi lainnya, tetapi kehadirannya memiliki arti tersendiri, terutama dalam memperkaya khasan ikan budi daya di indonesia. Selain pertumbuhannya cepat, kelebihan ikan bawal adalah cara memeliharanya yang tidak rumit. Ikan ini dapat dipelihara dikolam dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi (Usni, 2006).
              Bawal putih juga dikenali dengan panggilan bawal cermin, kilat, dueh putih atau dueh bujang. Ia juga dipanggil Silver Pomfret. Bawal cermin berbentuk seperti rombus dan sedikit cembung. Bawal cermin dewasa kelihatan lebih lebar dan cembung. Mata terletak di bahagian kepala yang kelihatan seakan bersambung terus dengan badan (Anonim, 2010).                              
Meskipun badan bawal cermin kelihatan lebar tetapi mulut dan matanya agak kecil dan berhimpun di sudut hujung bahagian kepala. Rahang atas dan bawah juga tidak boleh membuka dengan luas. Mungkin juga bawal cermin mendapat namanya dari pantulan cahaya dari badannya yang berkilat dan berwarna perak. Garisan deria di badannya bermula dari insang hingga mencecah zon ekor.
Ikan Bawal banyak terdapat di Lautan Hindi selain Afrika, Malaysia dan jepang. Ikan Bawal hidup dan berenang secara berkumpulan. Biasanya pada musim tertentu bawal cermin boleh didapati dengan banyak. Ia juga dikatakan sering didapati beriringan dengan udang di dasar laut (Anonim, 2011).
              Pergerakan spesies bawal dalam berkawan menjadikannya sebagai tangkapan yang sesuai dengan menggunakan pukat. Bagaimanapun ia boleh ditangkap menggunakan pancing dan rawai.
              Klasifikasi Ikan Bawal Putih (Pampus argenteus)  
Kingdom : Animalia                                                        
Filum       : Chordata
Subfilum : Vertebrat
Kelas       : Actinopterygii
Order      : Perciformes
Famili      : Bramidae
Genus      : Pampus
Spesies    : P. argenteus
Binomial : Pampus argenteus (Anonim, 2011)
              Ikan ini merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi dan  berasal dari Brazil. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun karena pertumbuhannya cepat, nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (Omnivora), ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik, disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan gurami dan dapat mencapai ukuran besar, maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan konsumsi sehingga produksinya tiap tahun semakin meningkat (Cahyono, 2000).
              Ikan bawal tidak bisa kawin secara alami meskipun matang gonade. Pemijahannya harus dirangsang dengan suntikan hopofise. Dialam, bawal akan memijah pada awal dan akhir musim penghujan. Oleh karena itu, di indonesia, kematangan gonade bawal akan terjadi pada bulan oktober sampai april. Dialam, ikan bawal akan memijah hulu sungai ketika ketika kemarau kering. Jantan akan mengejar betina, lalu betina akan membalasnya denga menempelkan perutnya ke pada jantan. Bila sudah sampai puncaknya, keduannya berenang lebih gesit. Betina kemudian mengeluarkan telurnya dan diikuti jantan dengan mengeluarkan spermanya (Heru, 2012).
               
                                                     



           
III.   METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Praktikum kali ini dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 12 April 2013, pukul 14.00-16.00 Wita yang dilaksanakan di Laboratorium Ichtyology Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

B.       Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Toples
2.      Kertas kalker
3.      Kertas label
4.      Alat tulis
5.      Pisau/catter
6.      Benang nilon

Adapun bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Ikan bawal (Pampus argentius)
2.      Formalin 4%.

C.    Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja yang dilaksanakan dalam praktikum Pengumpulan Ikan adalah sebagai berikut :
1.      Menyiapkan wadah atau tempat pengumpulan dan penyimpanan ikan.
2.      Menyiapkan bahan pengawet berupa formalin.
3.      Menyiapkan buku atau lembar catatan, kertas tahan air (kertas kalker) dan peralatan tulis.
4.      Mencatat semua keterangan yang diperlukan pada kertas kelat atau catatan.
5.      Memberi bahan pengawet hingga merendam tubuh ikan dalam wadah khusus.
              Sedangkan prosedur kerja yang dilaksanakan dalam praktikum Pelabelan adalah sebagai berikut :
1.      Menyiapkan wadah penampung ikan, menyiapkan peralatan tulis yang diperlukan.
2.      Menyiapkan kertas label khusus tahan air (kertas kalker).
3.      Membuat catatan dan menempatkan pada tempat yang bersesuaian.
4.      Menempatkan hasil koleksi dalam rak atau lemari yang khusus.


























IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL
1. Koleksi Ikan : Pengumpulan Ikan
Adapun hasil yang didapat dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
                                                 V1 . N1 = V2 . N2
Keterangan :
V1          = Volume formalin pekat
V2        = Volume pengencer encer
N1          = Persentase formalin yang sudah di tetapkan
N2        = Persentase pengencer yang akan di encerkan
              Untuk mengetahui banyaknya air yang diperlukan untuk mengencerkan formalin, perhitungannya adalah sebagai berikut :
Diketahui :
N1           = 37%
V1        = 500  ml
N2           = 4%
Ditanya : V2
              Maka hasil perhitungan yang didapatkan adalah sebagai berikut :
V1 . N1 = V2 . N2
500 . 37% =V2. 4%
 V2185
             4%
      =  4625 ml
V2- V1 =  4625 – 500
            = 4125 ml
              Maka formalin yang di gunakan untuk pengawetan kali ini adalah formalin dengan kadar 4% dan volume untuk mengencerkannya 4125  ml.
              Adapun ikan yang diawetkan ikan bawal (Pampus argentius).
Klasifikasi ikan bawal (Pampus argentius).
Kingdom         :  Animalia
Filum               :  Chordata
Sub filum        :  Vertebrata
Kelas               :  Acetinopterygii
Ordo               : Perciformes
Famili              : Bramidae
Genus              : Pampus
Spesies            : Pampus argentius

Penamaan dan pengklasifiksian Ikan bawal (Pampus argentius) kali ini diperoleh dari buku identifikasi karya Hasanudin Saanin yaitu :
1.         Rangka terdiri dari tulang benar; tertutup oleh insang
                                                Subclassis TELEOSTEI                                            3
3.         Kepala simetris                                                                                             4
4.         Badan tidak seperti ular                                                                               6
6.         Badan  bersisik  tidak,  kadang-kadang  seluruhnya  atau  sebagian
            tertutup oleh kelopak-kelopak tebal                                                             7
7.         Garis rusuk jika ada, di atas sirip dada                                                        9
9.         Tidak demikian                                                                                           10
10.       Lebih dari 2 sirip punggung yang keras                                                      12
12.       Hanya  satu  sirip punggung, atau dua sirip punggung yang
            bersambung atau berdekatan                                                                       16
16.       Hanya satu sirip punggung, sirip perut tak bersatu                                     17
17.       Jari-jari  dibelakang sirip punggung serta sirip dubur merupakan sirip yang terpisah-pisah.                                                                                    92
92.                                                                            Ordo PERCOMORPHI        94
94.       Bersisiklingkaran (cycloid)                                                                          95
95        Satu sirip punggung                                                                                     96
96.       Sisik sedang atau kecil dan biasanyamudah tanggal, kepala kurang
             lebih bersisik, mulut sedang atau kecil, sirip punggung yang berjari-
            jari keras yang kadang-kadang terpisah dari bagian yang berjari-jari
            lemah, atau bagian yang berjari-jari keras terdiri dari jari-jari yang
            kurang sempurna (rudimenter) yang terpendam dibawah kulit, sirip
            perut berjari-jari keras 1 dan 5 jari-jari lemah, sirip dubur 3 jari-jari
            keras, sirip dada runcing.
                                               Subordo STROMATOIDEA                               149
149.     Permulaan sirip dubur dibawah atau sedikit dibelakang permulaan sirip
            dada, tutup insang tipis, ruas tulang punggung 24-26, tulang tambahan
            tutup insang 5-7.
                                               Familia STROMATEIDAE                                 2427
2427.   Tidak bersirip perut.
                                                Genus PAMPUS                                                  2431
2431.   Bagian depan dari sirip punggung dansirip dubur berlekuk dalam,
            sebelah belakang berjari-jari lemah sama panjang.
                                                                                    Pampus argentius (Euphr)
            Nama Indonesia : Bawal.
















 

2.  Koleksi Ikan : Pelabelan
            Adapun hasil yang didapat dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. label gantung.
Nomor/tanggal koleksi
:
IX/12 April 2013
Nama ilmiah / lokal
:
Pampus argentius / Bawal
Nama pengumpul
:
Ermawati

Tabel 2. label ditempel pada toples.
Nomor/tanggal koleksi
:
IX/12 April 2013
Nama ilmiah/local
:
Pampus argentius / Bawal
Nama pengumpul
:
Ermawati
Kelamin ikan
:
­Betina
Berat ikan
:
-
Warna ikan
:
Putih Kekungin-kuningan
Bahan pengawet
:
Formalin 4%

Lembar catatan data lapangan
1. Nomor koleksi                     : IX
2. Tanggal pengambilan          : 12 April 2012 Jam : 14.00 WITA
3. Nama ilmiah/lokal               : Pampus argentius / Bawal
4. Nama kolektor/pengumpul  : Ermawati
5. Nama pengidentifikasi        : Ermawati
6. Tempat pengambilan           : Pasar Banjarbaru
    Desa / Kecamatan               : Banjarbaru kota
    Kabupaten / Propinsi           : Banjar/Kalimantan selatan
    Nama pulau dan perairan    : Kalimantan dan Laut
    Macam perairan                   :                           
a.    Selokan/sungai/saluran/genangan/kolam/telaga/waduk/danau dangkal/danau dalam/rawa tawar/rawa payau/perairan pantai/laut/lainnya…………..
b.  Tipe dasar perairan
     Lumpur/pasir/batu/cadas/tanah liat/lainnya…………….
7.  Keterangan perairan :
    - Warna                   :                                   - O2                  : ….-….ppm
    - Kecerahan             :           Cm                  - CO2               : ….-….ppm
    - Kedalaman            :           m                     - PH                 :
    - Suhu udara            :           °C                    - Alkalinitas     : ….-….
    - Suhu air                 :           °C       
    - Salinitas                :           ppm
    - Tanaman air          :           -
    - Bagan/peta lokasi perairan : Rawa, Sungai, Waduk
8. Alat penangkapan ikan yang digunakan : pancing  
9. Jenis-jenis ikan yang tertangkap bersamaan / hampir bersamaan : Ikan Bawal












 

B. Pembahasan
            Koleksi ikan didefinisikan sebagai kumpulan ikan yang diperlukan sebagai pengumpulan contoh dalam rangka suatu penelitian, pengumpulan contoh untuk dijadikan referensi, atau pengumpulan contoh untuk komunikasi antar para ahli atau antar lembaga.
              Secara umum pekerjaan koleksi ikan meliputi pengumpulan berbagai jenis ikan, penyimpanan dalam media pengawet, identifikasi dan pencatatan informasi yang berhubungan dengan koleksi ikan serta pemberian label. Tujuan dari pengumpulan ikan ini untuk memberikan pengalaman praktis tentang pekerjaan koleksi ikan, khususnya untuk ikan-ikan yang terdapat disekitar kampus yang kemungkinan adalah jenis-jenis ikan air tawar.
              Pada praktikum kali ini, setelah ikan diteliti dan diamati untuk keperluan studi, semua praktikan melakukan pengawetan ikan yang digunakan untuk melakukan pengoleksian dalam suatu wadah. Wadah yang digunakan adalah toples plastik. Sebelum ikan dimasukkan ke dalam toples, toples terlebih dahulu dibersihkan, dicuci, kalu perlu menggunakan sabun dalam mencucinya. Toples itu kemudian dikeringkan dengan tissue atau lap.
              Dalam praktikum koleksi ikan (pengumpulan ikan) kali ini, digunakan larutan formalin 4% yang diperoleh dari formalin 37% diencerkan dengan air sebanyak 4125 ml. Untuk mengawetkan ikan, tiap-tiap kelompok membutuhkan 500 ml larutan formalin 4%. Ikan yang akan diawetkan direndam dalam larutan formalin tersebut.
              Ikan yang telah terkumpul dimasukkan dalam toples khusus 2-3 ekor dari jenis yang sama dikumpulkan dalam satu tempat. Diberi bahan pengawet formalin kurang lebih 4% sampai tenggelam, seterusnya toples ditutup rapat. Selanjutnya dibuat catatan koleksi yang meliputi deskripsi ikan bersangkutan serta keterangan yang meliputi catatan asal/perairan tempat hidup ikan bersangkutan, cara penangkapan, dan nama kolektor. Informasi dari keterangan tersebut akan diperoleh dari pedagang yang menjual ikan bersangkutan.
              Koleksi ikan didefinisikan sebagai kumpulan ikan yang diperlukan sebagai contoh atau spesimen untuk keperluan studi, identifikasi, dan atau untuk pemajangan (tontonan).
              Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi dengan keterangan-keterangan sehingga berguna untuk masa yang akan datang, baik bagi kolektornya maupun orang lain. Keterangan tersebut meliputi hal-hal yang berhubungan dengan koleksi bersangkutan. Dalam hal ini ada 2 keterangan, yaitu :
1.      Keterangan singkat yang dilekatkan pada tubuh ikan.
2.      Keterangan yang lebih luas yang ditempelkan pada wadah koleksi dan keterangan yang ditempatkan pada buku catatan khusus.
              Setiap toples yang dikumpulkan harus segera diberi label atau etiket, sehingga menjadi keterangan yang berguna baik bagi pemilik koleksi maupun orang lain dalam jangka panjang. Label ditulis di atas kertas dan tinta (pensil) tahan air, misalnya kertas kalker. Pembaharuan label dapat dilakukan, namun apabila isinya ada perbedaan, etiket lama jangan dimusnahkan. Etiket atau label berisi tentang keterangan tempat, waktu (tanggal), dan nama petugas yang mengumpulkannya. Keterangan lain yang juga penting adalah jenis kelamin, berat dan warna specimen.
Berdasarkan kepada tujuan atau sifat dari koleksi, maka koleksi ikan dapat dibedakan menjadi 7 jenis koleksi sebagai berikut :
1.   Koleksi museum umum
Koleksi ini ditujukan untuk dipamerkan kepada masyarakat umum. Koleksi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenal atau sedikitnya mengetahui jenis-jenis ikan yang ada.
2.   Koleksi pendidikan                                                     
Koleksi ini dimiliki oleh Perguruan Tinggi dan dipergunakan dalam pengajaran kepada mahasiswa dan untuk bahan praktikum.
3.   Koleksi himpunan penelitian sejagat
Koleksi ini ditujukan kepada akumulasi spesimen-spesimen yang dikumpulkan dalam penelitian, survai dan ekspedisi yang dilakukan dari waktu ke waktu.
4.   Koleksi survei
Koleksi ini diperoleh dari tiap-tiap survai yang dilakukan di daerah geografis tertentu.
5.   Koleksi riset
Ini adalah koleksi yang bertujuan mengakumulasikan sebanyak mungkin bahan-bahan untuk analisis taksonomik.
6.   Koleksi identifikasi
Koleksi ini adalah koleksi yang dipergunakan dalam identifikasi taksonomik.
7.   Koleksi tipe spisemen
Ini adalah koleksi yang terdiri dari spesimen-spesimen yang dipergunakan sebagai dasar pemberian nama kepada spesies.
              Namun dalam praktikum yang dilaksanakan ini koleksi yang dapat digunakan hanyalah koleksi pendidikan, koleksi identifikasi, dan koleksi spisemen. Sedangkan yang lainnya hanyalah sebagai bahan ilmu pengetahuan semata.
                       















 

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
            Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1.   Mengetahui bagaimana cara mengoleksi ikan dan cara pemberian label terhadap ikan yang dikoleksi.
2.  Mengetahui bagaimana cara mengewetkan ikan dengan memakai bahan dari formalin dan mengetahui berapa perbandingan antara air dengan formalin agar bisa menjadi bahan dalam pengawetan ikan.

B. Saran
Praktikan harus lebih serius dalam mengikuti praktikum dan mendengarkan setiap pengarahan yang diberikan oleh asisten dosen. Praktikan berharap para asisten dapat membimbing dan memberikan arahan agar praktikum selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar